Berbagai Peluang Investasi Publik-Swasta untuk Restorasi Lahan Gambut, Kalimantan Tengah
Teknologi :
Model bisnis terpadu, lanskap berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi untuk menarik minat sektor swasta pada jenis-jenis usaha khusus di sekitar zona inti
X
Mengembangkan Program Pengurangan Emisi dengan Pendekatan Yurisdiksi REDD+ dalam Konteks Pembayaran Berbasis Kinerja, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Pendekatan yurisdiksi REDD+ yang sesuai dengan NDC
Dukungan Pada :
Bantuan teknis dalam pembuatan proposal untuk pengurangan emisi dan fasilitasi semua yang berperan penting dalam mengidentifikasi Program Pengurangan Emisi
X
Menciptakan Faktor-faktor Pemungkin untuk Pengelolaan dan Investasi Hutan yang Berorientasi pada Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/REDD+), Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Penilaian hutan dan kondisi sosial ekonomi, model bisnis terpadu
Dukungan Pada :
Penilaian ekologis, sosial dan ekonomi terhadap potensi hutan, keanekaragaman hayati, dan dimensi sosial ekonomi untuk mendukung pengembangan rencana bisnis KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan)
X
Konsep Proyek – Membangun Rantai Nilai yang Tersertifikasi dan Pabrik Pengolahan Independen untuk Petani dengan Komoditas Pilihan yang Berkelanjutan, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Rantai nilai berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi dan pembuatan proposal
X
Konsep Proyek – Berbagai Peluang Investasi Publik-Swasta untuk Restorasi Lahan Gambut, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Model bisnis terpadu, lanskap berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penerapan model investasi untuk menarik minat sektor swasta pada jenis-jenis usaha khusus di sekitar zona inti
X
Contoh Usaha untuk Proyek Infrastruktur Hijau (dalam Ruang Lingkup SEZ), Jakarta (Nasional)
Teknologi :
Akan ditentukan kemudian
Dukungan Pada :
Pengembangan proyek bankable
X
Pedoman Kebijakan Kawasan Ekonomi Hijau, Jakarta (Nasional)
Teknologi :
Cross-cutting
Dukungan Pada :
Rancangan kebijakan & peraturan
X
Insentif Fiskal untuk Proyek-proyek Infrastruktur Hijau di KEK, Jakarta (Nasional)
Teknologi :
Cross-cutting
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan & analisis kebijakan
X
Panduan Investasi Hijau, KEK Maloy, Kalimantan Timur
Teknologi :
eCBA, KLHS, cross-cutting
Dukungan Pada :
Pengembangan panduan (brief) investasi hijau yang dapat memicu minat investor untuk berinvestasi di Maloy
X
Hibrida Solar PV – Sumba Pulau Ikonis Energi Terbarukan, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Teknologi :
Solar PV
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan di 45 lokasi di NTT untuk mendukung Proyek Sumba Pulau Ikonis Energi Terbarukan, dan fasilitas pendanaan
X
Konsep Proyek – Meningkatkan Produksi Kayu yang Berkelanjutan dalam Konsesi Aktif untuk Mengurangi Dampak dari Penebangan Tersebut serta Mendapatkan Sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) yang Diakui secara Internasional, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Sertifikasi komoditas berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi dan pembuatan proposal
X
Pengarusutamaan Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke Dalam Proses Pembangunan dan Perencanaan Investasi, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Strategi Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Dukungan Pada :
Panduan teknis untuk pengarusutamaan pertumbuhan ekonomi hijau dalam perencanaan pembangunan dan investasi di tingkat provinsi/kabupaten
X
Berbagai peluang investasi Pemerintah-Swasta untuk restorasi lahan gambut, Central Kalimantan
Teknologi :
Model bisnis terpadu, lanskap berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi untuk menarik minat sektor swasta pada jenis-jenis usaha khusus di sekitar zona inti
X
Mandalika Solar PV, Lombok, Nusa Tenggara Barat
Teknologi :
Solar PV, kapasitas 5-10 MW, pemakaian terbatas (hibrida yang bekerja sama dengan PLN), ekowisata KEK
Dukungan Pada :
Studi kelayakan berkolaborasi dengan PT SMI
X
Contoh Usaha untuk Proyek Infrastruktur Hijau di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara
Teknologi :
Solar PV
Dukungan Pada :
Studi eCBA untuk menilai peluang investasi di Sei Mangkei dan mendukung pengembangan proyek bankable
X
Efisiensi Energi – Audit Peringkat Investasi (IGA), Kalimantan Timur
Teknologi :
Akan ditentukan kemudian
Dukungan Pada :
Pelaksanaan 4 IGA di sektor industri
X
Studi Teknis untuk Menilai Kelayakan Fasilitas Manajemen Limbah Berbahaya, Sei Mangkei, Sumatera Utara
Teknologi :
Manajemen limbah berbahaya
Dukungan Pada :
Rancangan kebijakan & pengembangan proyek bankable
X
Limbah sebagai energi, Kalimantan Tengah
Teknologi :
Akan ditentukan kemudian
Dukungan Pada :
Studi
X
Hibrida Solar PV, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Teknologi :
Solar PV
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan di 8 lokasi di NTT & fasilitas pendanaan
X
Limbah Minyak Kelapa Sawit (POME) sebagai energi, Kalimantan Tengah
Teknologi :
Biogas berkapasitas hingga 1.8 MW/on grid
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan & fasilitas pendanaan
X
Limbah Minyak Kelapa Sawit (POME) sebagai energi, Kalimantan Timur
Teknologi :
Biogas berkapasitas hingga 1.7 MW/on grid
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan & fasilitas pendanaan
X

Detail

Berbagai Peluang Investasi Publik-Swasta untuk Restorasi Lahan Gambut, Kalimantan Tengah
Teknologi :
Model bisnis terpadu, lanskap berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi untuk menarik minat sektor swasta pada jenis-jenis usaha khusus di sekitar zona inti
Mengembangkan Program Pengurangan Emisi dengan Pendekatan Yurisdiksi REDD+ dalam Konteks Pembayaran Berbasis Kinerja, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Pendekatan yurisdiksi REDD+ yang sesuai dengan NDC
Dukungan Pada :
Bantuan teknis dalam pembuatan proposal untuk pengurangan emisi dan fasilitasi semua yang berperan penting dalam mengidentifikasi Program Pengurangan Emisi
Menciptakan Faktor-faktor Pemungkin untuk Pengelolaan dan Investasi Hutan yang Berorientasi pada Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/REDD+), Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Penilaian hutan dan kondisi sosial ekonomi, model bisnis terpadu
Dukungan Pada :
Penilaian ekologis, sosial dan ekonomi terhadap potensi hutan, keanekaragaman hayati, dan dimensi sosial ekonomi untuk mendukung pengembangan rencana bisnis KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan)
Konsep Proyek – Membangun Rantai Nilai yang Tersertifikasi dan Pabrik Pengolahan Independen untuk Petani dengan Komoditas Pilihan yang Berkelanjutan, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Rantai nilai berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi dan pembuatan proposal
Konsep Proyek – Berbagai Peluang Investasi Publik-Swasta untuk Restorasi Lahan Gambut, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Model bisnis terpadu, lanskap berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penerapan model investasi untuk menarik minat sektor swasta pada jenis-jenis usaha khusus di sekitar zona inti
Contoh Usaha untuk Proyek Infrastruktur Hijau (dalam Ruang Lingkup SEZ), Jakarta (Nasional)
Teknologi :
Akan ditentukan kemudian
Dukungan Pada :
Pengembangan proyek bankable
Pedoman Kebijakan Kawasan Ekonomi Hijau, Jakarta (Nasional)
Teknologi :
Cross-cutting
Dukungan Pada :
Rancangan kebijakan & peraturan
Insentif Fiskal untuk Proyek-proyek Infrastruktur Hijau di KEK, Jakarta (Nasional)
Teknologi :
Cross-cutting
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan & analisis kebijakan
Panduan Investasi Hijau, KEK Maloy, Kalimantan Timur
Teknologi :
eCBA, KLHS, cross-cutting
Dukungan Pada :
Pengembangan panduan (brief) investasi hijau yang dapat memicu minat investor untuk berinvestasi di Maloy
Hibrida Solar PV – Sumba Pulau Ikonis Energi Terbarukan, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Teknologi :
Solar PV
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan di 45 lokasi di NTT untuk mendukung Proyek Sumba Pulau Ikonis Energi Terbarukan, dan fasilitas pendanaan
Konsep Proyek – Meningkatkan Produksi Kayu yang Berkelanjutan dalam Konsesi Aktif untuk Mengurangi Dampak dari Penebangan Tersebut serta Mendapatkan Sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council) yang Diakui secara Internasional, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Sertifikasi komoditas berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi dan pembuatan proposal
Pengarusutamaan Pertumbuhan Ekonomi Hijau ke Dalam Proses Pembangunan dan Perencanaan Investasi, Kalimantan Tengah & Kalimantan Timur
Teknologi :
Strategi Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Dukungan Pada :
Panduan teknis untuk pengarusutamaan pertumbuhan ekonomi hijau dalam perencanaan pembangunan dan investasi di tingkat provinsi/kabupaten
Berbagai peluang investasi Pemerintah-Swasta untuk restorasi lahan gambut, Central Kalimantan
Teknologi :
Model bisnis terpadu, lanskap berkelanjutan
Dukungan Pada :
Penetapan model investasi untuk menarik minat sektor swasta pada jenis-jenis usaha khusus di sekitar zona inti
Mandalika Solar PV, Lombok, Nusa Tenggara Barat
Teknologi :
Solar PV, kapasitas 5-10 MW, pemakaian terbatas (hibrida yang bekerja sama dengan PLN), ekowisata KEK
Dukungan Pada :
Studi kelayakan berkolaborasi dengan PT SMI
Contoh Usaha untuk Proyek Infrastruktur Hijau di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara
Teknologi :
Solar PV
Dukungan Pada :
Studi eCBA untuk menilai peluang investasi di Sei Mangkei dan mendukung pengembangan proyek bankable
Efisiensi Energi – Audit Peringkat Investasi (IGA), Kalimantan Timur
Teknologi :
Akan ditentukan kemudian
Dukungan Pada :
Pelaksanaan 4 IGA di sektor industri
Studi Teknis untuk Menilai Kelayakan Fasilitas Manajemen Limbah Berbahaya, Sei Mangkei, Sumatera Utara
Teknologi :
Manajemen limbah berbahaya
Dukungan Pada :
Rancangan kebijakan & pengembangan proyek bankable
Limbah sebagai energi, Kalimantan Tengah
Teknologi :
Akan ditentukan kemudian
Dukungan Pada :
Studi
Hibrida Solar PV, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Teknologi :
Solar PV
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan di 8 lokasi di NTT & fasilitas pendanaan
Limbah Minyak Kelapa Sawit (POME) sebagai energi, Kalimantan Tengah
Teknologi :
Biogas berkapasitas hingga 1.8 MW/on grid
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan & fasilitas pendanaan
Limbah Minyak Kelapa Sawit (POME) sebagai energi, Kalimantan Timur
Teknologi :
Biogas berkapasitas hingga 1.7 MW/on grid
Dukungan Pada :
Pra-studi kelayakan & fasilitas pendanaan

Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau berupaya menciptakan situasi kondusif untuk investasi hijau dan peningkatan modal, yang dilakukan dengan membantu pemerintah untuk membangun kepercayaan investor, menarik modal, dan membuat model usaha ‘hijau’ berkelanjutan yang dapat menghasilkan keuntungan, serta membuka kesempatan baru yang belum dimanfaatkan.

 

Pada Fase II program ini, proses pengembangan proyek-proyek hijau di tiga sektor prioritas—Energi Berkelanjutan, Lanskap Berkelanjutan, dan Infrastruktur Berkelanjutan dalam konteks Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)—sedang dilakukan dan diberi dukungan untuk mencapai tahap bankable.

Program

 

Energi

X

Energi

Bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau mendukung sektor energi, khususnya pada sub-sektor energi terbarukan dan efisiensi energi.

 

Perencanaan

Pendekatan pertumbuhan hijau dalam perencanaan energi di tingkat nasional maupun sub-nasional akan menciptakan landasan yang tangguh untuk mewujudkan prioritas energi nasional termasuk memperkuat ketahanan energi, mengembangkan infrastruktur energi, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, dan mengurangi subsidi energi.

 

Kebijakan Energi Nasional bertujuan untuk meningkatkan porsi EBT hingga 16% pada tahun 2019 dan hingga 23% pada 2025, untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

 

Pemungkinan

Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau mengembangkan dan menyediakan pendekatan-pendekatan sistematis, termasuk metode, alat, indikator dan praktik terbaik, yang mampu mendorong terwujudnya investasi hijau.

 

 

 

Mendorong Investasi

Pendekatan pertumbuhan hijau dapat membantu Indonesia menerapkan skema pendanaan yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan investasi pada proyek energi terbarukan dan efisiensi energi. Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau menawarkan layanan investasi (misalnya: mengatur pendanaan dan mempertemukan para investor dengan pengembang proyek) dalam pengembangan proyek untuk mengurangi risiko dan membantu proyek mencapai tahap bankable. Investor potensial dapat dihubungkan dengan proyek pada tahap awal, baik melalui skema pendanaan oleh pemasok listrik independen (Independent Power Producer/IPP), Perusahaan Penyedia Jasa Energi (Energy Service Company/ESCO), atau melalui perjanjian lainnya.

 

Saat ini, fokus utama program adalah pemanfaatan sistem energi surya fotovoltaik, penggunaan limbah kelapa sawit untuk energi, dan beragam solusi bioenergi lainnya. Namun, aktivitas program dapat diperluas berdasarkan permintaan dan minat pasar. Program ini juga mengeksplorasi peluang investasi pada konservasi energi dan pengembangan solusi efisiensi energi melalui pelaksanaan audit energi di sektor industri.

 

Lanskap Berkelanjutan

X

Lanskap Berkelanjutan

Program ini menekankan pendekatan berbasis lanskap, karena hutan, gambut dan lahan berperan penting dalam menyediakan berbagai jasa bagi masyarakat. Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), program ini mengarusutamakan prinsip dan perangkat pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam perencanaan pembangunan dan ekonomi dalam sebuah yurisdiksi. Beragam teknologi yang efisien sumber daya, serta praktik-praktik ramah lingkungan sangat diperlukan untuk sektor kehutanan dan pertanian.

 

Perencanaan

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional bertujuan mencapai ketahanan pangan, air dan energi melalui ‘pendekatan lanskap’ terpadu yang didasarkan pengelolaan ekosistem yang baik. Pendekatan lanskap menekankan keterkaitan antar ekosistem dalam cakupan wilayah yang luas, seperti seluruh DAS (daerah aliran sungai), serta hubungan antara penggunaan lahan, para penggunanya, dan institusi yang mengaturnya. Inilah ciri khas pendekatan pertumbuhan hijau.

 

Program pertumbuhan ekonomi hijau berusaha mencapai tujuan pemerintah tersebut dengan cara menilai dan memasukkan layanan ekosistem dalam perencanaan, kebijakan, model bisnis dan investasi.

 

Pemungkinan

Dengan mengenali dan memanfaatkan potensi ekosistem—yang disebut ‘modal alam’— berbagai peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan terbuka. Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau bekerja sama dengan kabupaten dan provinsi di lokasi proyek, untuk membantu penyusunan kebijakan yang tepat dan membuka akses terhadap pendanaan dan pasar.

 

Aktivitas untuk memungkinkan dan mendorong implementasi pendekatan pertumbuhan ekonomi hijau dalam konteks lanskap berkelanjutan adalah:

  1. Mendorong investasi dalam model bisnis baru untuk pengelolaan hutan dan lahan gambut.
  2. Membangun rantai pasokan berkelanjutan.
  3. Menciptakan pasar-pasar baru untuk modal alam dan layanan ekosistem.
  4. Mendekatkan pengelola hutan dengan hutan yang dikelolanya dan dengan masyarakat yang bergantung pada hutan.
  5. Memulihkan ekosistem pada skala lanskap.
  6. Memobilisasi pendanaan karbon hutan.

 

Mendorong Investasi

Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau memberikan dukungan teknis maupun finansial untuk pengembangan proyek, sehingga dapat mengurangi berbagai risiko dan membantu proyek mencapai tahap bankable untuk menarik investasi hijau. Proyek yang dirancang dalam konteks lanskap yang berkelanjutan bisa menjadi model bisnis yang bernilai komersial, baik di sektor kehutanan atau sektor terkait lainnya, dengan keterlibatan para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, petani kecil, dan berbagai perusahaan swasta.

 

Proyek-proyek tersebut dirancang untuk menarik investasi swasta dan publik, termasuk untuk pendanaan iklim, sehingga diharapkan dapat memanfaatkan produk dan layanan ekosistem yang berharga, termasuk hasil hutan kayu dan non-kayu.

Kawasan Ekonomi Khusus

X

Kawasan Ekonomi Khusus

Rencana pembangunan nasional tidak hanya memandang pengembangan dan perbaikan infrastruktur sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang diperlukan untuk mengatasi kendala konektivitas dan produktivitas, tetapi juga menyadari kebutuhan keberlanjutan lingkungan. Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) merupakan prioritas bagi para pembuat kebijakan di Indonesia, karena dipandang sebagai strategi yang sangat efektif untuk menarik investasi asing.

 

Bekerja sama dengan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (DN KEK) di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau mengembangkan kerangka terpadu terkait pedoman dan instrumen kebijakan yang menghubungkan kebijakan fiskal dan investasi makro di KEK, yang akhirnya dapat mendorong rencana investasi hijau serta proyek-proyek yang layak dibiayai (bankable) di KEK.

 

Perencanaan

 

Dari perspektif pertumbuhan hijau, KEK berpotensi menjadi ajang berinovasi di mana pemerintah dan bisnis dapat bereksperimen dengan instrumen kebijakan dan mekanisme peraturan untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi seperti ekspor dan penciptaan lapangan kerja, sambil memaksimalkan manfaat ekonomi dari internalisasi biaya dan penggunaan modal alam dan layanan ekosistem yang berkelanjutan.

 

Delapan KEK telah ditetapkan secara resmi melalui peraturan pemerintah dan telah memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif ekonomi khusus.

 

 

Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau berupaya mengintegrasikan pertumbuhan hijau dalam desain rencana induk KEK maupun rencana pembangunan kawasan perkotaan dengan penggunaan analisa biaya-manfaat yang diperluas (eCBA) dan menerapkan teknologi ‘kota pintar’, yang dalam jangka panjang dapat memastikan manfaat yang berkelanjutan dan inklusif secara sosial.

 

Pemungkinan

Salah satu instrumen kebijakan yang penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah adalah pembentukan KEK di seluruh Indonesia. Meskipun ini bukan kebijakan baru, namun pemerintah telah meningkatkan dan memprioritaskan kebijakan tersebut untuk membantu mempercepat masuknya investasi infrastruktur baru.

 

Memastikan bahwa eCBA menjadi salah satu alat yang diwajibkan dalam kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) membantu mengarusutamakan prinsip-prinsip pertumbuhan hijau dalam rencana pembangunan, karena eCBA memungkinkan para perencana dan pengambil keputusan investasi untuk memperhitungkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi secara menyeluruh.

 

Mendorong Investasi

Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau mendukung berbagai institusi nasional dan provinsi untuk mengembangkan proyek pertumbuhan ekonomi hijau yang bankable dalam KEK, termasuk menerapkan alat eCBA sebagai bagian dari studi kelayakan proyek. Penggunaan eCBA akan membantu memastikan bahwa proyek yang diidentifikasi tersebut dapat menarik dana dari kancah investasi iklim yang terus bertambah, sehingga kinerja lingkungan menjadi kriteria evaluasi utama.

 

Program ini telah memberikan saran strategis kepada Pemerintah Kalimantan Timur dalam rangka penyusunan Master Plan Ekonomi Hijau (MPEH) di Kalimantan Timur. Berdasarkan rencana ini, delapan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) sedang dikembangkan di Kalimantan Timur. KSP ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi KEK di kemudian hari.

PROGRAM PERSIAPAN GCF

X

PROGRAM PERSIAPAN GCF

Green Climate Fund (GCF) adalah mekanisme pembiayaan dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang secara khusus dibentuk untuk membantu negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk mencapai target pengurangan emisinya. GCF telah berhasil memperoleh dana sebesar USD 10.3 milyar yang tercatat pada bulan Januari 2018, dan berencana untuk memobilisasi dana sebesar USD 100 milyar per tahun.

 

GCF mendukung Indonesia dengan menyalurkan dana untuk proyek/program hijau. Proyek/program tersebut dapat mengajukan pendanaan kepada GCF melalui entitas nasional maupun internasional yang terakreditasi oleh GCF-dan jika proyek-proyek tersebut sesuai dengan strategi nasional dan perundang-undangan. Saluran komunikasi utama antara GCF dan negara adalah melalui National Designated Authority (NDA). Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di bawah Kementerian Keuangan adalah NDA untuk Indonesia.

 

BKF telah menunjuk GGGI sebagai Delivery Partner untuk mengimplementasikan program Persiapan dan Penguatan (“Program Persiapan”) di Indonesia yang didanai oleh Green Climate Fund. Program Persiapan ini untuk mewujudkan prinsip inti dari model bisnis GCF yaitu kepemilikan negara dan pendekatan berbasis negara.

 

Terdapat lima hasil yang ingin dicapai dari program Persiapan dan Penguatan tersebut:

 

  1. Kapasitas Indonesia diperkuat
  2. Berbagai pemangku kepentingan terlibat
  3. Entitas Akses Langsung direalisasikan
  4. Akses kepada pembiayaan (GCF) ditingkatkan
  5. Sektor swasta dilibatkan